Tampilkan postingan dengan label bayi/balita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bayi/balita. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 Mei 2012

Perkedel Kentang Keju Wortel



Untuk d'Junnah

Bahan :
  • 250 gr kentang kukus dengan kulitnya.
  • 3 sdm keju parut.
  • 1/2 batang wortel ukuran sedang, parut halus
  • 1 butir telur
  • 3 sdm tepung beras 
  • 2 siung bawang putih,  haluskan
  • 3 buah bawang merah, haluskan
  • 1 buah seledri cincang haluuuuuus
  • 1 sdt gula pasir
  • Sejumput merica bubuk
  • Garam ( optional )
  • Minyak untuk menggoreng

Cara :
  1. Kelupas kulit kentang saat masih hangat, haluskan
  2. Campur semua bahan termasuk kentang, aduk rata.
  3. Bentuk sesuka hati dengan bantuan 2 buah sendok, goreng hingga bekulit.
  4. Angkat tiriskan
  5. Siap disajikan.



Kamis, 02 Juni 2011

Aneka Resep Tim untuk Bayi usia 6 bulan

TIM KENTANG

Bahan-bahan:

  • kentang 100 gram
  • air 250cc
  • tempe 25 gram
  • wortel 25 gram
  • tomat 25 gram
  • kuning telur ayam 1
  • keju parut 10 gram

Cara Memasak:

  1. Kupas kulit kentang, potong berukuran sedang
  2. Rebus campuran kentang, tempe dan air hingga lunak
  3. Masukkan wortel dan tomat – tunggu hingga matang
  4. Masukkan kuning telur dan keju parut sambil terus mengaduk tim.
  5. Dinginkan
  6. Setelah dingin, haluskan dengan blender atau saringan kawat

TIM SARING TELUR

Bahan-bahan:
  • beras 20 gram
  • air 625cc
  • tempe 25 gram
  • daun kangkung 25 gram
  • tomat 25 gram
  • kuning telur ayam 1
  • santan kental 1 sdm
  • keju sedikit

Cara Memasak:
  1. Iris kasar daun kangkung
  2. Satukan beras, air dan tempe
  3. Rebus hingga menjadi bubur
  4. Masukkan tomat dan kangkung – tunggu hingga matang
  5. Masukkan kuning telur dan santan sambil terus mengaduk tim. Beri keju
  6. Dinginkan
  7. Setelah dingin, haluskan dengan blender atau saringan kawat

TIM SARING ATI SAPI

Bahan-bahan:
  • beras 20gr
  • air 625cc
  • ati sapi 25 gram
  • tempe 25 gram
  • labu kuning 50 gram
  • tomat 25 gram
  • mentega 1 sdt

Cara memasak:
  1. Potong tomat kecil-kecil
  2. Rebus beras, air, ati sapi dan tempe hingga menjadi bubur
  3. Masukkan labu kuning dan tomat, tunggu hingga matang
  4. Masukkan mentega sambil terus mengaduk tim
  5. Dinginkan
  6. Setelah dingin, haluskan dengan blender atau saringan kawat

TIM SARING AYAM KEJU

Bahan-bahan:
  • beras 20g
  • daging ayam 25g
  • tempe, buncis, tomat @ 25g
  • keju parut 10g
  • air 625cc

Cara Memasak:
  1. Potong tomat serta buncis kecil-kecIL
  2. Masukkan air ke dalam beras yang telah dicuci bersih
  3. Rebus beras tersebut, dicampur dengan daging ayam dan tempe
  4. Aduk hingga menjadi bubur
  5. Masukkan potongan buncis dan tomat hingga matang
  6. Setelah matang, tambahkan keju yang telah diparut
  7. Dinginkan
  8. Haluskan dengan saringan kawat

TIM SARING DAGING 

Bahan-bahan:
  • beras 20 gram
  • air 625cc
  • daging giling 25 gram
  • tahu 50 gram
  • oyong 50 gram
  • tomat 25 gram
  • mentega 1 sdt

Cara Memasak:
  1. Potong tomat kecil-kecil
  2. Rebus beras, air, daging giling dan tahu hingga menjadi bubur
  3. Masukkan oyong dan tomat, tunggu hingga matang
  4. Masukkan mentega sambil terus mengaduk tim
  5. Dinginkan
  6. Setelah dingin, haluskan dengan blender atau saringan kawat

TIM SARING IKAN TERI 

Bahan-bahan:
  • beras 20 gram
  • air 625cc
  • tempe 25 gram
  • daun bayam 25 gram
  • tomat 25 gram
  • ikan teri Medan bubuk 1 sdm
  • minyak sayur 1 sdm

Cara Memasak:

Cara membuat ikan teri bubuk:Cuci bersih ikan teri Medan dalam jumlah sesuka Anda. Sangrai hingga kering dan berwarna kecoklatan, lalu angkat. Tumbuk halus dan simpan dalam wadah tertutup.

Cara membuat tim saring:

  1. Satukan beras, air dan tempe
  2. Rebus hingga menjadi bubur
  3. Masukkan bayam, tomat dan ikan teri bubuk – tunggu hingga matang
  4. Masukkan minyak sambil terus mengaduk tim
  5. Dinginkan
  6. Setelah dingin, haluskan dengan blender atau saringan kawat

copied : tipsbayi.com

ANEKA KALDU untuk BAYI


KALDU KAKI AYAM

Bahan :

  • Kaki Ayam 6 buah
  • Air 1 liter
  • Daun Bawang 1 batang
  • Seledri 1 batang
  • Tomat 1 buah diiris halus

Cara membuat :
  1. Rebus kaki ayam dengan air, sisakan airnya kira-kira 800 ml.
  2. Masukkan semua bahan lainnya dan rebus selama 15 menit.
  3. Kemudian angkat dan saring, ambil kaldunya

KALDU SAPI

Bahan :
  • Tulang sapi 1 kg
  • Air 1 liter
  • Bawang merah 1 buah, diiris halus
  • Bawah putih 1 siung, diiris halus
  • Jahe secukupnya, dimemarkan

Cara membuat :
  1. Semua bahan dicampur dan direbus selama 30 menit.
  2. Angkat dan ambil kaldunya.

KALDU IKAN

Bahan :
  • Tulang Ikan 1 kg
  • Air 1 liter
  • Bawang bombay 1/2 buah, dicincang kasar
  • Daun seledri 1 batang, iris halus
  • Jahe secukupnya, dimemarkan

Cara membuat :
  1. Rebus semua bahan selama 30 menit.
  2. Angkat dan ambil kaldunya.

KALDU SAYURAN

Bahan :
  • Tulang Ayam 1/2 kg
  • Air 1 liter
  • Wortel 1 buah diiris kasar
  • Bawang Bombang 1/2 buah
  • Seledri 1 batang

Cara membuat :
  1. Rebus tulang ayam dengan air sampai tersisa air kaldu kira-kira 750 ml.
  2. Masukkan semua bahan yang lainnya dan rebus selama 15 menit.
  3. Angkat dan saring kaldunya

copied : tipsbayi.com

Tuntunan Membuat Sendiri Makanan Bayi


Ingin membuat makanan bayi sendiri? Berikut beberapa hal yang perlu Anda perhatikan:

BAHAN MAKANAN

Jika Anda baru akan memulai memberikan makanan padat kepada bayi Anda, maka mulailah dengan yang sederhana. Selain makanan seperti sereal, makanan padat untuk si kecil bisa berupa pisang atau alpukat yang dihaluskan, pure apel, pir, labu, maupun kentang yang dimasak.
Begitu bayi Anda terlihat menyukai berbagai macam buah dan sayuran, berikutnya Anda bisa memperkenalkan daging sapi, kambing, atau ayam kepadanya. Pastikan Anda tidak membubuhkan garam ke dalam makanan si kecil dan tidak memproses daging dengan cara dipanggang/dibakar. Sebagai variasi, tentu saja Anda bisa mengkombinasikan daging dengan sayuran atau bahkan buah, seperti apel dan pir.
Setelah secara bertahap bayi Anda mulai terbiasa dengan berbagai jenis makanan dan tekstur yang berbeda dan giginya mulai muncul, Anda bisa mencoba memberikan ikan berdaging lembut dan buah-buahan yang agak masam seperti jeruk.

TiIPS MENYIAPKAN

Persiapan:
Pertama-tama sebaiknya setiap buah Anda kupas kulitnya, sisihkan lemak serta gajih dari daging dan sisihkan juga kulit ayam.
Pengolahan:
Untuk pengolahan, bahan makanan bisa Anda kukus, rebus, ataupun dimasak dengan menggunakan microwave.
Selanjutnya, untuk bayi berusia di bawah 8 bulan, Anda bisa membuat bahan-bahan tersebut menjadi pure. Prosesnya bisa menggunakan food processor ataupun blender biasa. Untuk membuat pure lebih halus, Anda boleh saja menambahkan air matang secukupnya.
Untuk bayi berusia lebih dari 8 bulan, daging cukup Anda cincang halus dan bahan makan lain bisa Anda lumatkan/haluskan menggunakan garpu. Jika Anda menggunakan ikan, hati-hati dengan tulangnya ya…

TIPS MENYAJIKAN DAN MENYIMPAN
Penyimpanan:
Makanan bayi yang sudah dalam bentuk pure, bisa bertahan dalam freezer hingga 30 hari, paling lama. Cara menyimpannya, Anda bisa menggunakan wadah es batu. Sendokkan pure ke dalam kotak-kotak wadah es batu, lalu tutup dengan menggunakan plastic wrap untuk makanan. Simpan dalam freezer.
Atau, Anda bisa juga menggunakan toples plastik/kaca sebagai wadahnya. Pure ini bisa bertahan hingga 2 hari dalam kulkas dan hingga 1 bulan dalam freezer. Jangan lupa untuk memberi label yang berisikan informasi bahan makanan dan tanggal kadaluarsa.

Penyajian:
Untuk menyajikan makanan yang telah disimpan dalam kulkas/freezer, Anda tinggal memanaskannya di atas kompor. Jika Anda ingin menggunakan microwave, Anda tinggal menempatkan kubus-kubus pure ke dalam mangkuk kaca atau keramik, lalu memanaskannya. Pastikan Anda mengaduk pure tersebut hingga betul-betul merata, untuk menghindari berkumpulnya panas hanya pada satu titik makanan. Ini bisa membahayakan bayi Anda.
Sebelum disajikan, periksa dulu suhu makanan dengan menggunakan sendok bersih dan uji dengan menggunakan bibir Anda. Jika ada makanan yang tersisa, jangan dimasukkan lagi ke dalam freezer ya…

copied : tipsbayi.com

Rabu, 05 Januari 2011

Tahapan Makan Batita Anda

Oleh : dr. Ronny Ade Ricky Silaen
Agar anak makan dan tumbuh dengan baik, orangtua harus peka dalam merespon pesan yang disampaikan anak mengenai makanan dan kebiasaan makan. Anak kecil tahu saat mereka lapar dan saat mereka sudah kenyang. Sekitar usia 6 bulan, anak sudah siap dengan makanan pendamping lain selain ASI. Tabel di bawah ini menunjukkan waktu si kecil siap berpindah ke tahap pemberian makan berikutnya.
Anak akan lebih mudah menyerap proses belajar jika sedang dalam keadaan segar dan bersemangat. Tahapan-tahapan makan batita diantaranya adalah :
UmurSi Kecil UmumnyaSi Kecil Siap Untuk
Sekitar 6 bulan
  • Mengamati sendok
  • Mengangkat kepala
  • Duduk tanpa banyak dibantu
  • Memindah-mindahkan makanan pada dalam mulutnya
  • Membuka mulut jika disodorkan sendok
  • Menutup mulut setelah sendok ada di dalam mulut Memalingkan kepala jika tidak mau makan
  • Makanan padat yang bertekstur lembab, seperti sereal nasi bayi, dicampur ASI, susu formula, atau air, sayuran atau buah yang ditumbuk halus (bayam, umbi-umbian, buncis hijau, brokoli, lobak, wortel, kembangkol)
6 – 9 bulan
  • Mengunyah
  • Mengunyah makanan dengan rahang
  • Menaruh makanan ke dalam mulut
  • Mengatupkan bibir saat minum dari cangkir orang dewasa
  • Mengambil makanan dengan jari atau telapak tangan
  • Menggigit makanan
  • Memindahkan makanan ke samping mulut
  • Makanan yang lebih keras, kental, misalnya pisang, alpokat, atau labu yang dihaluskan; daging dan ikan yang dicacah halus, buncis, tahu
  • Potongan makanan halus seperti sayuran dan buah lembut dimasak tanpa kulit, roti bakar, cracker, nasi matang, pasta matang, sereal “cincin” gandum
  • Minum dari cangkir bermoncong dengan dua pegangan
9 – 12 bulan
  • Menggunakan ibu jari dan jari untuk mengambil potongan kecil makanan
  • Memutar dan melengkungkan tangan saat memegang sendok
  • Ingin duduk di meja keluarga dan makan sendiri
  • Menjatuhkan barang dari kursi tinggi
  • Mengunyah dengan bagian atas dan bawah mulut
  • Makanan keluarga yang empuk, dipotong-potong kecil atau segiempat
  • Makanan sendiri menggunakan tangan atau sendok (meskipun tercecer)
  • Memegang cangkir bermoncong dengan dua tangan
  • Dapat diberikan produk susu (keju lembut, yoghurt, susu, keju pasteurisasi, irisan keju)
1 – 2 tahun
  • Menggunakan garpu dan sendok
  • Tidak menyukai makanan yang biasa dimakannya
  • Mudah teralih perhatiannya
  • Dapat melemparkan makanan untuk melihat reaksi anda
  • Menaruh makanan di dalam mulut dan mengeluarkannya lagi
  • Nafsu makan berkurang setelah 18 bulan pertumbuhan
  • Makan sendiri memakai sendok atau garpu (meskipun tercecer)
  • Menyukai sebagian besar makanan keluarga (hati-hati bahaya tersedak)
2 – 3 tahun
  • Memegang gelas dengan tangan
  • Rewel dengan makanan, ingin makanan yang sama
  • Membuang-buang makanan
  • Terkadang makan banyak, terkadang sedikit
  • Senang membantu di dapaur
  • Sering menumpahkan air
  • Ingin berusaha sendiri
  • Ingin makanan dalam bentuk tertentu, makanan mentah
  • Lebih menyukai rasa sayuran mentah dibandingkan sayuran masak
  • Bisa makan sendiri jika makanan dipotong-potong
  • Menyukai sebagian besar makanan keluarga (tetap waspadai bahaya tersedak)
  • Dapat diberikan minuman kaya rasa seperti susu kedele atau susu kacang

Jumat, 15 Oktober 2010

Kaldu Sayuran

Resep kaldu sayuran yang tujuannya juga sama, bikin makanan si kecil tetep enak meskipun gak pake gula garam. Fresh from the oven dan home made yang pastinya lebih sedap dan sehat.
http://www.freshnews.in
Bahan-bahan :                                                                           
  • 500 gr tulang ayam, ambil tulang punggung
  • 1 liter air
  • 1 buah wortel, potong-potong
  • 1/2 bawang bombay ukuran besar, iris-iris kasar
  • 2 lembar daun salam
  • 2 batang seledri, iris kasar
Cara membuat :
  1. Didihkan air, kemudian masukkan tulang ayam. Rebus terus dengan api kecil sampai tersisa 750 ml air.
  2. Masukkan semua bahan lain, lanjutkan merebus selama 15 menit.
  3. Angkat dan saring.
  4. Kaldu siap dipakai atau disimpan sebagai stok.

Membuat Kaldu untuk Bayi

Ingin membuat kaldu ayam, sapi, ikan dan sayuran untuk buah hati Anda? Silahkan simak tips berikut…
Kaldu Kaki Ayam
  • Kaki Ayam 6 buah
  • Air 1 liter
  • Daun Bawang 1 batang
  • Seledri 1 batang
  • Tomat 1 buah diiris halus
Cara membuat :
  1. Rebus kaki ayam dengan air, sisakan airnya kira-kira 800 ml.
  2. Masukkan semua bahan lainnya dan rebus selama 15 menit.
  3. Kemudian angkat dan saring, ambil kaldunya
Kaldu Sapi
Bahan :
  • Tulang sapi 1 kg
  • Air 1 liter
  • Bawang merah 1 buah, diiris halus
  • Bawah putih 1 siung, diiris halus
  • Jahe secukupnya, dimemarkan
Cara membuat :
  1. Semua bahan dicampur dan direbus selama 30 menit.
  2. Angkat dan ambil kaldunya.
Kaldu Ikan
Bahan :
  • Tulang Ikan 1 kg
  • Air 1 liter
  • Bawang bombay 1/2 buah, dicincang kasar
  • Daun seledri 1 batang, iris halus
  • Jahe secukupnya, dimemarkan
Cara membuat :
  1. Rebus semua bahan selama 30 menit.
  2. Angkat dan ambil kaldunya.
Kaldu Sayuran
Bahan :
  • Tulang Ayam 1/2 kg
  • Air 1 liter
  • Wortel 1 buah diiris kasar
  • Bawang Bombang 1/2 buah
  • Seledri 1 batang
Cara membuat :
  1. Rebus tulang ayam dengan air sampai tersisa air kaldu kira-kira 750 ml.
  2. Masukkan semua bahan yang lainnya dan rebus selama 15 menit.
  3. Angkat dan saring kaldunya

Jumat, 11 Juni 2010

ABC-nya BAHAN MAKANAN BATITA






















Hingga usia 6 bulan, Anda belum terlalu direpotkan dengan pilih-pilih makanan untuk si kecil. Karena kebutuhan gizinya masih bisa Anda penuhi dengan pemberian ASI secara eksklusif. Sesudah itu, ASI saja sudah tidak lagi memenuhi kebutuhan gizi anak untuk tumbuh kembang optimal. Itu sebabnya, Anda perlu menyediakan makanan pendamping ASI.






Dengan kamus kecil di bawah ini, Anda dapat berbelanja berbagai bahan makanan lengkap, plus cara pengolahannya yang sesuai dengan usia si kecil. Kalaupun Anda memiliki lebih dari satu anak batita (di bawah tiga tahun), tidak perlu pusing. Beli saja bahan yang bisa dimakan sekeluarga, bergizi untuk semua, namun bedakan penyajiannya.













APEL






•  Kandungan gizi utamanya: karbohidrat dan vitamin A
•  Cara tepat pengolahannya:
  • usia 6–12 bulan: diolah dalam bentuk pure (dilumatkan setelah dikukus terlebih dahulu), bisa juga untuk campuran bubur buah
  • usia 1-2 tahun: dikupas dan dipotong kecil-kecil sebagai finger food
  • usia 2-3 tahun: dapat diberikan setelah dicuci bersih dan dipotong dalam bentuk potongan agak besar


ALPUKAT
•  Kandungan gizi utamanya: lemak dan vitamin C
•  Cara tepat pengolahannya:
  • usia 6–9 bulan: dilumatkan sebagai campuran bubur buah pir
  • usia 8–12 bulan: dilumatkan sebagai campuran bubur beras atau bubur buah
  • usia 1 tahun ke atas: dilumatkan sebagai campuran minuman atau makanan selingan
•  Catatan: pilih alpukat yang cukup matang (tua) serta dagingnya empuk dan tebal
BAYAM
•  Kandungan gizi utamanya: kalsium, zat besi dan vitamin A
•  Cara tepat pengolahannya:
  • usia 6–9 bulan: diolah sebagai bubur saring (setelah ditim, campuran nasi tim dilumatkan dan disaring)
  • usia 9–12 bulan: disajikan setelah ditim
  • usia 1–2 tahun: disajikan dalam bentuk sayur bening
  • usia 2 tahun ke atas: diberikan untuk lauk dalam bentuk tumis yang dibumbui sedikit bawang putih dan garam
•  Catatan:
  • sebaiknya dimasak untuk sekali penyajian, karena kandungan gizinya akan rusak jika dihangatkan kembali
  • jangan mengonsumsi bayam setelah dimasak lebih dari 6 jam, karena zat besinya sudah rusak
BERAS
•  Kandungan gizi utamanya: karbohidrat
•  Cara tepat pengolahannya:
  • usia 6-9 bulan: disajikan sebagai bubur saring
  • usia 9-12 bulan: dalam bentuk bubur biasa
  • usia 1 tahun ke atas: bisa disajikan dalam bentuk nasi lembik
BROKOLI
•  Kandungan gizi utamanya: vitamin A
•  Cara tepat pengolahannya:
  • usia 7-12 bulan: brokoli dilumatkan setelah dikukus. Disajikan sebagai campuran bubur bayi
  • usia 1 tahun ke atas: bisa juga disajikan dalam bentuk finger food,    setelah dikukus terlebih dahulu
DAGING AYAM
•  Kandungan gizi utamanya: sumber protein
•  Cara tepat pengolahannya:
  • usia 6–9 bulan: sebagai campuran bubur saring
  • usia 9–12 bulan: sebagai campuran bubur biasa
  • usia 1 tahun ke atas: disajikan sebagai campuran bubur ayam (setelah disuwir-suwir halus)
•  Catatan: biasa disajikan dengan dicincang terlebih dahulu
DAGING SAPI
•  Kandungan gizi utamanya: sumber protein dan zat besi
•  Cara tepat pengolahannya:
  • usia 9–12 bulan: dicincang sebagai campuran bubur
  • usia satu tahun ke atas: daging cincang dapat dibuat semur atau campuran perkedel
HATI AYAM
•  Kandungan gizi utamanya: sumber vitamin A
•  Cara tepat pengolahannya:
  • usia 7–12 bulan: diberikan sebagai campuran bubur saring setelah ditim
  • usia 1 tahun ke atas: dapat disajikan dalam bentuk semur
•  Catatan: Kandungan vitamin A-nya yang sangat tinggi. Padahal, vitamin A tidak larut dalam air sehingga sering menumpuk di hati. Makanya, dianjurkan untuk memberikannya sebanyak 2-3 kali dalam seminggu
IKAN KAKAP
•  Kandungan gizi utamanya: sumber protein
•  Cara tepat pengolahannya:
  • usia 6–9 bulan: diberikan sebagai campuran bubur saring
  • usia 9–2 bulan: diolah sebagai campuran bubur biasa
  • usia 1 tahun ke atas: dikukus sebagai lauk atau diolah (digoreng) dengan tepung sebagai fish nugget
IKAN TERI SEGAR
•  Kandungan gizi utamanya: kalsium
•  Cara tepat pengolahannya:
  • usia 12–18 bulan: dihaluskan sebagai campuran dalam nasi tim
  • usia 18 bulan ke atas: digoreng sebagai lauk nasi, atau dibuat perkedel
•  Catatan: pilihlah teri segar yang halus, lalu cuci bersih dengan saringan
JERUK
•  Kandungan gizi utamanya: sumber vitamin C
•  Cara tepat pengolahannya:
  • usia 6 bulan ke atas: airnya dapat langsung diberikan, atau sebagai campuran bubur buah
  • usia 1 tahun ke atas: diberikan pada si kecil untuk diisap airnya (setelah dikeluarkan bijinya)
•  Catatan: untuk menambah nilai gizi, bisa dicampur dengan buah lainnya seperti pisang
KACANG HIJAU
•  Kandungan gizi utamanya: kalsium
•  Cara tepat pengolahannya:
  • usia 6-12 bulan: direbus dan diambil airnya untuk campuran bubur
  • usia 1 tahun ke atas: dibuat bubur sebagai camilan
KACANG MERAH
•  Kandungan gizi utamanya: protein, karbohidrat, dan fosfor
•  Cara tepat pengolahannya:
  • usia 7–12 bulan: dilumatkan setelah dimasak sebagai campuran bubur beras
  • usia 1 tahun ke atas: dimasak sampai lunak sebagai sup kacang merah
KEJU
•  Kandungan gizi utamanya: protein, lemak, kalsium, fosfor dan vitamin A
•  Cara tepat pengolahannya:
  • usia 12-18 bulan: dapat diberikan dalam bentuk batangan (sebagai finger food)
  • usia 18 bulan ke atas: diberikan sebagai isi roti (sandwich), dilelehkan sebagai penutup biskuit, atau menjadi salah satu isi kebab (ditusuk seperti sate)
KENTANG
•  Kandung gizi utamanya: sumber karbohidrat
•  Cara tepat pengolahannya:
  • usia 7–12 bulan: disajikan dalam bentuk pure
  • usia 12-18 bulan: dapat diberikan dalam bentuk finger food
  • usia 18 bulan ke atas: disajikan sebagai perkedel
LABU KUNING
•  Kandungan gizi utamanya: vitamin A dan C
•  Cara tepat pengolahannya:
  • usia 7–12 bulan: diberikan sebagai campuran bubur buah
  • usia 1 tahun ke atas: dibuat pie, kue lumpur atau dipanggang sebagai kebab
MANGGA
•  Kandungan gizi utamanya: vitamin A
•  Cara tepat pengolahannya:
  • usia 6–10 bulan: mangga yang disaring dapat dipakai sebagai campuran bubur (sebagai saus)
  • usia 1 tahun ke atas: dapat dimakan sebagai makanan selingan  bersama buah lainnya, seperti pepaya
  • usia 2-3 tahun: dapat disajikan sebagai pencuci mulut
PEPAYA
•  Kandungan gizi utamanya: vitamin C
•  Cara tepat pengolahannya:
  • usia 6-12 bulan: dilumatkan sebagai campuran bubur buah
  • usia 1-2 tahun: disajikan dalam bentuk buah potongan untuk makanan selingan
  • usia 2–3 tahun: disajikan dalam bentuk buah potongan sebagai pencuci mulut
PISANG
•  Kandungan gizi utamanya: sebagai sumber karbohidrat
•  Cara tepat pengolahannya:
  • usia 6–9 bulan: sajikan dalam bentuk lumat dengan cara sedikit demi sedikit dikerok dengan sendok, lalu langsung disuapkan ke bayi.
  • usia 12-18 bulan: dapat diberikan dalam bentuk potongan buah
  • usia 18 bulan–3 tahun: dapat diberikan utuh setelah dikupas kulitnya (agar si kecil bisa makan sendiri)
TAHU
•  Kandungan gizi utamanya: sumber protein nabati
•  Cara tepat pengolahannya:
  • usia 7–12 bulan: disajikan sebagai campuran bubur saring. Biasanya, dibuat dalam bentuk lumat atau potong kecil-kecil
  • usia 1-2 tahun: dimakan sebagai lauk setelah diolah sebagai semur atau sup
  • usia 2 tahun ke atas: disajikan sebagai camilan dalam bentuk tahu goreng
TEMPE
•  Kandungan gizi utamanya: sumber protein nabati
•  Cara tepat pengolahannya:
  • usia 7–12 bulan: dilumatkan bersama sayuran dan beras sebagai bubur saring (setelah dikukus terlebih dahulu)
  • usia 1 tahun ke atas: dimakan sebagai lauk atau makanan camilan (tempe goreng)

TOMAT
•  Kandungan gizi utamanya: sumber vitamin A
•  Cara tepat pengolahannya:
  • usia 7–12 bulan: dimasak sebagai campuran nasi tim atau disaring air buahnya sebagai campuran bubur buah
  • usia 1–3 tahun: dipotong kecil-kecil dan diberikan sebagai pencuci mulut
•  Catatan: pilih tomat yang cukup masak, sehingga rasanya tidak terlalu asam
UBI RAMBAT/UBI JALAR MERAH
•  Kandungan gizi utamanya: karbohidrat dan vit. A
•  Cara tepat pengolahannya:
  • usia 9-12 bulan: disajikan dalam bentuk lumat sebagai campuran bubur
  • usia 1 tahun ke atas: sebagai camilan dalam bentuk potongan kecil-kecil setelah dikukus, atau dibentuk menjadi semacam getuk
•  Catatan:
  • ubi jalar bisa putih atau merah warnanya
  • biasanya diolah dengan dikukus terlebih dahulu. Ketika mengukus, kulitnya bisa dikupas atau tidak dikupas terlebih dahulu. Belum ada data mengenai ada tidaknya pengaruh nilai gizi ubi bila dikupas atau tidak sebelum dikukus
WORTEL
•  Kandungan gizi utamanya: sumber vitamin A.
•  Cara tepat pengolahannya:
  • usia 6–9 bulan: dapat dilumatkan sebagai campuran dengan bahan makanan lain
  • usia 9 bulan-2 tahun: dapat diberikan sebagai finger food (biasanya setelah dikukus lebih dulu agar lunak)
  • usia 2–3 tahun: dapat diberikan sebagai finger food setelah dikupas, dicuci bersih dan dipotong memanjang, tanpa dikukus terlebih dulu
•  Catatan:
  • pilih wortel yang muda, yaitu yang bagian tengahnya kecil
  • agar wortel tidak cepat busuk, usahakan agar dalam keadaan kering ketika disimpan. Untuk itu, bungkus atau lapisi setiap wortel dengan kertas koran
Perhatian Untuk Bayi!
Berikut beberapa makanan yang perlu dihindari untuk bayi di bawah usia satu tahun.
•  Makanan sarat bumbu
Dengan memberi makanan yang tidak sarat bumbu, Anda mengajarkan bayi untuk “mengenali dan menikmati” berbagai rasa alami dari bahan makanan yang Anda beli.
•  Penyedap rasa atau vetsin dan sejenisnya
Jenis garam yang terdapat dalam berbagai penyedap atau sejenisnya akan memperberat kerja ginjal bayi yang belum sempurna.
•  Daging asap
Daging asap mengandung kadar garam cukup tinggi, sehingga dikhawatirkan memperberat kerja ginjal bayi.
•  Susu sapi
Usahakan untuk memberikan ASI atau paling tidak susu formula sebagai campuran bahan makanan bayi di bawah satu tahun.
•  Telur
Banyak bayi yang alergi telur. Namun, telur dapat diberikan pada bayi yang sudah lebih besar (sekitar 10 bulan ke atas), dengan harapan tubuhnya sudah lebih tahan terhadap alergi.
•  Kacang
Hindari makanan ini untuk bayi yang mempunyai riwayat alergi.
•  Madu
Sebaiknya jangan diberikan pada bayi di bawah usia 10 bulan, karena dikhawatirkan pencernaannya masih rentan dan belum tahan jika Anda memberikan madu yang kebetulan mengandung bakteri Clostridium botulinum.
Sumber: ayahbunda-online
==================================================
copas: http://mommygadget.com

Titip pesan :

Karena RASA itu relatif, maka jangan kaget kalau ternyata sajian kami tidak cocok dilidah Anda.

Karena rejeki itu bukan kita yang mengatur, maka jangan putus asa bila belum terlihat hasil nyata.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...