Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri matoa. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri matoa. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 November 2011

Matoa

Alhamdulillah ketemu sama Matoa lagi, setelah setahun berlalu. Berarti ini buah musiman dong. Kali ini harganya lumayan murah 10 rb/ 500 gr. Tahun kemaren dapat  6 rb/ 250 gr.

Begitu sampai d rumah langsung di makan, subhanallah...kalo tahun lalu rasanya masih gimanaaaaaaaaaa gitu, sekarang jadi enak, pengen lagi dan lagi.

Beberapa hari kemudia qadharullah si sulung sakit, dan minta dibelikan buah matoa lagi. Oke.... mama carikan....semoga ada. Dan.....alhamdulillah ternyata masih ada yang jual,  kali ini beli 1 kg. Pas mau nyari lagi.... eh sudah ngga ada yang jual......duuuuh penonton kecewaaaa.

Berikut ini sesuah artikel tentang Matoa yang diambil dari website BPTP Papua Barat



Mengenal Buah Matoa Lebih Dekat

Matoa (Pometia pinnata) merupakan tanaman buah khas Papua, tergolong pohon besar dengan tinggi rata-rata 18 meter dengan diameter rata-rata maksimum 100 cm. Umumnya berbuah sekali dalam setahun. Berbunga pada bulan Juli sampai Oktober dan berbuah 3 atau 4 bulan kemudian.
Penyebaran buah matoa di Papua hampir terdapat di seluruh wilayah dataran rendah hingga ketinggian ± 1200 m dpl. Tumbuh baik pada daerah yang kondisi tanahnya kering (tidak tergenang) dengan lapisan tanah yang tebal. Iklim yang dibutuhkan untuk pertumbuhan yang baik adalah iklim dengan curah hujan yang tinggi (>1200 mm/tahun).
Di Papua dikenal 2 (dua) jenis matoa, yaitu Matoa Kelapa dan Matoa Papeda. Ciri yang membedakan keduanya adalah terdapat pada tekstur buahnya, Matoa Kelapa dicirikan oleh daging buah yang kenyal dan nglotok seperti rambutan aceh, diameter buah 2,2-2,9 cm dan diameter biji 1,25-1,40 cm. Sedangkan Matoa Papeda dicirikan oleh daging buahnya yang agak lembek dan lengket dengan diamater buah 1,4-2,0 cm. Dilihat dari jenis warna buahnya, baik Matoa Kelapa mapun Matoa Papeda dapat dibedakan menjadi tiga jenis yaitu matoa merah, kuning, dan hijau. Ciri pembeda tersebut sebagaimana disajikan pada tabel berikut:
 

Jenis
Parameter Pembeda
Warna Kulit Buah
Daun
Warna Bunga
Matoa Hijau
Hijau
Lebar, tebal, hijau tua
Coklat
Matoa Kuning
Kuning
Memanjang, kurang tebal, hijau muda
Kuning
Matoa Merah
Merah
Agak bulat/oval, tipis, hijau kekuningan
Coklat
Buah matoa dapat dikonsumsi segar. Cita rasa buah ini sangat khas seperti rasa rambutan bercampur dengan lengkeng dan sedikit rasa durian. Karena rasa dan aroma yang dikandungnya membuat matoa memiliki nilai ekonomi penting bagi masyarakat Papua. Harga jual rata-rata mencapai Rp. 20.000/kg bahkan sering lebih dan tidak pernah murah, buah ini banyak dipesan peminat di luar Papua sebagai oleh-oleh. Bila sedang musim buah matoa banyak dijual di pasar-pasar, pedagang kaki lima, maupun dijual di tepi jalan. Buah matoa mempunyai kulit buah relatif tebal dan keras sehingga dapat tahan lama jika disimpan yaitu bisa disimpan hingga 1 minggu tanpa perlakuan pengawetan dan jika disimpan dalam suhu 5-10oC buah matoa dapat dipertahankan hingga 20 hari. Tanaman matoa dapat diperbanyak dengan menggunakan biji, cangkok, stek maupun sambung. Pada perbanyakan dengan biji sebaiknya terlebih dahulu disemaikan dalam polybag dan jika sudah cukup kuat dapat dilakukan pemindahan ke lapangan/kebun. Jarak tanam yang umum adalah 8 sampai 12 meter 

Rabu, 20 Oktober 2010

Buah Matoa

http://green-effect.blogspot.com 
Barusan ke pasar, maunya nyari jambu, ternyata ngga' ada...ya udah beli salak aja. Ngga' sengaja liat satu jenis buah ( sebelumnya belum pernah liat yang beginian ), dari penampilannya sih biasa aja, agak mirip buah pinang, tapi masa' tukang buah jualan buah pinang, meskipun sama-sama buah tapi pinang kan ngga' bisa dimakan begitu aja, itu kan biasanya buat nyirih.....hihihi...) .Tanya lah sama mas-mas yang jual, katanya namanya Buah Matoa.....waaaaaah baru tau ada buah yang namanya Matoa, katanya sih rasanya kaya duren, karena penasaran beli  1/4 kg, harganya Rp. 6000. Kan mau nyobain aja, makanya beli sedikit dulu , siapa tau ngga' cocok ,  jadi ngga' rugi-rugi banget.
http://www.detikfood.com
Sampe rumah langsung di cobain, tadinya bingung juga, gimana ngupasnya, soalnya kulitnya keras, mau ngambil pisau ....malas, akhirnya digencet aja pake telapak tangan ( jadi ngat waktu kecil sering kena marah, soalnya kalo makan kedondong biar praktis digencet sama daun pintu , dibagian engselnya. Ngga sadar kalo itu bisa bikin engsel pintu cepat rusak.....)Nah loooooo....jadi ngelantur.....kembali ke Matoa lagi deeeeeh.....ternyata kulitnya mirip kulit kelengkeng, dan setelah kulitnya terbuka tampaklah daging buahnya yang berwarna putih, antara rambutan n kelengkeng, pas dicicip, rasanya juga, tapi aromanya agak mirip duren     memang, kaya kata yang jual. tapi kata suamiku sih lebih mirip buah Pampaken ( sejenis dengan Durian tapi kulit dan daging buahnya berwarna kuning,  rasa dan baunya ngga' setajam durian,  daging buahnya lebih padat dibanding durian, asalnya dari Kalimantan ).
Kesimpulannya buah ini memang unik. Kata beberapa situs sih asalnya dari  Papua Barat, tapi situs lain mengatakan kalau buah ini juga ada di  Kalimantan, Maluku, Sulewesi, Jawa, Malaysia dan Australia. Entahlah, tapi masih penasaran sama khasiat maupun kandungan zat gizi didalam buah ini, ( yang ku tau sih buah matoa ini mengandung Vitamin E alias vitamin Enak......hahaha .....ngarang abisssssss !!!!! )

Titip pesan :

Karena RASA itu relatif, maka jangan kaget kalau ternyata sajian kami tidak cocok dilidah Anda.

Karena rejeki itu bukan kita yang mengatur, maka jangan putus asa bila belum terlihat hasil nyata.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...